Ayam bangkok aduan memang membutuhkan perhatian yang ekstra. Bukan hanya perhatian terhadap jenis dan jumlah pakan, kandang, atau faktor keamanan, melainkan juga perhatian pada stamina dan kelihaiannya dalam bertarung. Stamina yang baik memang bisa dihasilkan dari konsumsi pakan yang baik. Akan tetapi, ia masih perlu tambahan suplemen untuk memperkokoh staminanya. Salah satu cara memperkokoh stamina ayam bangkok aduan misalnya dengan memberinya jamu dari bahan-bahan herbal. Berikut ini, kita akan membahas tentang beragam jenis jamu ayam bangkok, resep, serta cara-cara membuatnya. Silakan disimak bia Anda ingin ayam aduan Anda tangguh di gelanggang tempur.
Jamu Ayam Bangkok
Sekarang ini, para pehobi ayam dimanjakan dengan hadirnya beragam produk jamu khusus ayam yang dijajakan di ploutry shop langganannya. Penggunaan jamu-jamu kemasan tersebut tentu lebih mudah karena mereka tidak harus repot-repot menyiapkan bahan-bahan dan meramu jamu sendiri. Akan tetapi, membuat jamu sendiri sering kali memberikan kepuasan khusus. Selain kita bisa memastikan kualitasnya, penggunaan jamu ayam bangkok yang dibuat sendiri di rumah juga bisa menguatkan ikatan batin antara si ayam bangkok aduan dengan Anda selaku pemiliknya.
Berdasarkan tujuan penggunaanya, jamu untuk ayam bangkok aduan ada macam-macam jenisnya. Ada jamu yang dikhususkan untuk meningkatkan stamina sebelum diadu, menambah tenaga kala ayam sedang lesu, jamu pemanjang nafas, pemulih kekuatas pasca berlaga, dan ada pula jamu kebal yang dikhususkan sebagai penangkal penyakit di musim hujan. Resep dan cara membuat masing-masing jenis jamu tersebut akan dibahas sebagai berikut.
1. Jamu untuk Ayam Bangkok sebelum Diadu
Pemberian jamu ayam bangkok ini ditujukan untuk meningkatkan stamina si ayam sebelum diturunkan di gelanggang tempur. Untuk membuatnya, sediakan 5 lembar daun jeruk purut, 2 ruas jahe berukuran ibu jari, 2 ekos lele panggang, 2 ons daging kambing, 2 batang lidah buaya, 2 butir kuning telur, serta daun kacang dan garam secukupnya. Cara membuatnya yaitu
Potong jahe, daun jeruk purut, daun kacang, dan lidah buaya menjadi ukuran kecil.
Tumbuk bahan yang telah dipotong-potong hingga halus kemudian masukan daging kambing, ikan lele panggang, serta kuning telur bebek lalu tumbuk kembali.
Tambahkan sedikit gula merah, jemur hingga kering.
Setelah adonan kering, tambahkan madu hingga kental dan teksturnya menyerupai dodol.
Buatlah adonan menjadi granul berukuran biji jagung dan berikan pada ayam 1 butir setiap harinya.
2. Jamu Ayam Bangkok untuk Menambah Tenaga
Jamu ini diberikan pada ayam bangkok yang tampak lesu dan tak bergairah sebagai penambah tenaga. Selain itu, bisa juga diberikan untuk tujuan meningkatkan kekebalan tubuhnya di musim penyakit. Untuk membuatnya, sediakan 5 lembar daun jeruk purut, 1 sendok teh merica, 5 buah cabai jamu atau puyang, 1 ekor ikan lele, dan madu secukupnya. Cara membuatnya yaitu
Lumatkan cabai jamu, daun jeruk, dan merica dan masukan ke perut ikan lele yang sudah disiangi.
Panggang lele dan setelah matang, lumatkan dan tambahkan sedikit madu.
Bentuk adonan tersebut menjadi butiran kecil dan berikan pada ayam 1 butir setiap harinya.
3. Jamu Ayam Bangkok untuk Membuat Napas Panjang
Jamu ayam bangkok ini diberikan untuk membuat nafasnya kuat dan panjang. Seperti kita ketahui napas panjang adalah modal utama yang dibutuhkan ayam untuk memenangkan laga berdurasi lama. Oleh karena itu, memberikan jamu ini penting selain juga diimbangi dengan latihan-latihan fisik. Untuk membuatnya, sediakan temu kunci, gula aren, dan asam jawa. Cara membuatnya yaitu haluskan semua bahan dan rebus dalam 1 gelas air putih, lalu minumkan air rebusannya pada ayam menggunakan bantuan suntikan 2 kali setiap minggunya.
4. Jamu Ayam Bangkok untuk Memulihkan Kekuatan pasca Berlaga
Jamu ini diberikan pada ayam bangkok selepas diadu. Tujuannya untuk memulihkan staminanya di masa penyembuhan luka. Untuk membuatnya, sediakan 500 gram beras, 50 gram kencur basah, 3 butir telur bebek, serta madu dan gula aren secukupnya. Cara membuatnya yaitu sama seperti kita membuat jamu beras kencur. Selengkapnya silakan baca di artikel selanjutnya.
5. Jamu Ayam Bangkok untuk Daya Tahan terhadap Penyakit
Jamu berikut diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam bangkok di musim penyakit. Untuk membuatnya kita cukup menumbuk kunyit, kencur, temulawak, temu giring, dan temu ireng, gula merah, dan telur bebek dengan komposisi perbandingan 4:2:1:1:1:1:2. Hasil tumbukan kemudian diberikan pada ayam bangkok istimewa yang kita miliki.
Demikian beberapa resep jamu rahasia untuk ayam bangkok juara. Silakan dicoba dan buktikan khasiatnya. Para botoh tua juga menggunakan jamu-jamu tersebut untuk ayam-ayam kesayangannya. Semoga bermanfaat!
sumber : http://www.ayambangkok.web.id/2016/01/jamu-ayam-bangkok.html
Itik Tegal
Itik Tegal petelur unggul terbaik ini mempunyai ciri-ciri seperti :1. Warna bulu coklat hampir seluruh tubuh bercorak totol-totol coklat terlihat jelas pada bagian dada, punggung dan pada sayap luar, warna mata merah.
2. Pada paruh kaki dominan warna hitam.
3. Bentuk paruh panjang serta lebar pada ujungnya
4. Bentuk kepala kecil
5. Leher langsing, panjang, bentuk bulat
6. Sayap menempel pada badan dan ujung bulu-bulu saling menutupi di atas ekor
7. Posisi badan hampir tegak lurus, langsing seperti botol, dengan langkah tegap
Bebek tegal adalah itik petelur yang mempunyai produksi telur banyak. Berasal dari daerah Tegal, Jawa Tengah. Jenis bebek ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk usaha. Produksi telur per-tahun rata-rata mencapai 200 – 250 telur dengan berat antara 70 – 75 gram tiap telur.

Itik Mojosari
Itik Mojosari termasuk dalam itik petelur terbaik dengan ciri-ciri :
1. Warna bulu kemerahan variasi coklat kehitaman, Warna paruh dan kaki hitam
2. Pada itik jantan terdapat 1-2 bulu ekor lengkung ke atas
3. Berat badan itik dewasa rata-rata 1,7 kg
Itik Mojosari adalah itik petelur sering di budidaya oleh para petani karena produksi telur banyak. Budidaya itik ini menguntungkan karena mudah dalam pemasaran dengan telur besar dengan rasa telur enak. Berasal dari Mojosari, Jawa Timur. Produksi telur per-tahun rata-rata 230-250 butir.
Itik Alabio
Itik / bebek alabio yang satu ini juga termasuk itik petelur unggul terbaik dengan ciri-ciri :
1. Warna Bulu:
- Jantan : warna bulu coklat gelap, bulu suri sayap hijau kebiruan.
- Betina : warna bulu coklat kuning abu, bintik putih diseluruh badan.
2. Warna Paruh dan kaki kuning terang.
3. Posisi badan tidak terlalu tegak dengan sudut kemiringan 60 derajat.
4. Ciri lain itik Alabio jantan dan betina ada garis putih diatas mata seperti alis.
Itik Alabio adalah itik persilangan itik Kalimantan dengan itik peking. Nama itik alabio ini berasal dari sebuah nama daerah di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan yaitu Albio. Nama itik Alabio sendiri diberi nama oleh ilmuan drh. Saleh Puspo.
Itik Alabio dapat memproduksi per-tahun 230 Butir atau 65,5%. Pertama bertelur umur 24 Minggu dengan berat pertama bertelur 1.761 gram. Berat rata-rata telur 62 Gram.
Bebek Alabio salah satu jenis bebek petelur banyak di budidaya, Anda boleh mencoba jenis unggas ini untuk usaha.
Sumber : https://budidayausaha.blogspot.com/2014/06/3-jenis-bebek-unggul-petelur-untuk.html
Ayam KUB merupakan hasil seleksi ayam kampung selama 6 generasi yang diarahkan untuk meningkatkan produksi telurnya dan mengurangi sifat mengeram.
Ayam kampung biasanya bertelur 10-15 butir per induk selama periode bertelur (2-3 minggu), kemudian mengeram 21 hari (3 minggu) dan mengasuh anak 6- 8 minggu, total periode bertelur 12-14 minggu, jadi 1 tahun hanya bisa bertelur 4-5 kali periode bertelur, atau bertelur sekitar 40-60 butir sampai dengan 50-75 butir per tahun.
Sedangkan ayam KUB sudah diseleksi ke arah produksi telur dan sifat mengeramnya dihilangkan, sehingga dapat bertelur 180 butir per tahun. Jadi ayam KUB ini karena telurnya banyak, sehingga ditujukan sebagai bibit induk untuk menghasilkan DOC (anak ayam umur sehari) yang dibutuhkan peternak untuk usaha pembesaran ayam kampung potong yang dipanen pada umur 70 hari.
Dia mengingatkan, untuk mendapatkan DOC yang tumbuhnya cepat, ayam KUB harus dikawinkan dengan pejantan ayam kampung pilihan yang mempunyai bobot badan besar.
Cara Memelihara
Cara beternak ayam KUB mudah sekali sama dengan pemeliharaan ayam pada umumnya. Pada pemeliharaan ayam KUB untuk usaha pembesaran ayam kampung potong biasanya dipelihara secara intensif (skala usaha minimal 100-500 ekor) selama 10-12 minggu. Yang harus dipersiapkan untuk pemeliharaan masa brooder (pembesaran): 0-4 minggu adalah kandang brooder (pemanasan bisa dengan lampu bohlam atau pemanas gas bila pemeliharaan dalam jumlah banyak). Kandang diberikan alas sekam yang ditutup dengan kertas koran. Persiapan kandang brooder pemanasnya harus cukup dan merata.
Siapkan tempat pakan berupa baki dan tempat minum kecil agar mudah dijangkau oleh anak ayam. Pemberian pakan harus sesuai dengan umurnya. Umur D jadi starter protein 21% sampai umur 3 minggu, setelah umur 3 minggu pakan bisa dicampur antara pakan jadi starter protein 21% dengan dedak, dengan perbandingan 75% pakan jadi dan 25% dedak kualitas bagus (prot 12%), atau 50% pakan jadi, 25% dedak, 25% jagung tergantung pada sumber bahan pakan lokal yang ada, sehingga biaya pakan bisa lebih murah.
Perhatikan kepadatan kandang, setiap minggu kandang harus dilonggarkan sesuai kapasitas jangan sampai terlalu padat. Pada umur setelah 4 minggu kepadatan kandang maks 10 ekor/m2. Selama pemeliharaan ayam KUB diperlukan vaksinasi, terutama ND dan Gumboro. Vaksinasi ND dilakukan pada saat ayam umur 3 hari dan 3 minggu dengan tetes mata, sedangkan Gumboro pada umur 1 dan 4 minggu dengan tetes mulut. Vaksinasi AI bagi daerah yang bebas flu burung tidak diperlukan. Namun bagi daerah yang positif flu burung, vaksinasi AI diperlukan pada umur 2 minggu dan 5 minggu dengan cara suntik subcutan sebanyak 0,2 cc.
Pemberian pakan dilakukan pagi dan sore hari, sambil mengontrol ternaknya. Jumlah yang diberikan kira-kira naik 5 gram setiap minggu sampai umur 5 minggu dan kira-kira naik 10 gram setiap minggu dari umur 6 sampai umur 10 minggu. Pemberian air minum tersedia setiap saat.
Ayam kampung biasanya bertelur 10-15 butir per induk selama periode bertelur (2-3 minggu), kemudian mengeram 21 hari (3 minggu) dan mengasuh anak 6- 8 minggu, total periode bertelur 12-14 minggu, jadi 1 tahun hanya bisa bertelur 4-5 kali periode bertelur, atau bertelur sekitar 40-60 butir sampai dengan 50-75 butir per tahun.
Sedangkan ayam KUB sudah diseleksi ke arah produksi telur dan sifat mengeramnya dihilangkan, sehingga dapat bertelur 180 butir per tahun. Jadi ayam KUB ini karena telurnya banyak, sehingga ditujukan sebagai bibit induk untuk menghasilkan DOC (anak ayam umur sehari) yang dibutuhkan peternak untuk usaha pembesaran ayam kampung potong yang dipanen pada umur 70 hari.
Dia mengingatkan, untuk mendapatkan DOC yang tumbuhnya cepat, ayam KUB harus dikawinkan dengan pejantan ayam kampung pilihan yang mempunyai bobot badan besar.
Cara Memelihara
Cara beternak ayam KUB mudah sekali sama dengan pemeliharaan ayam pada umumnya. Pada pemeliharaan ayam KUB untuk usaha pembesaran ayam kampung potong biasanya dipelihara secara intensif (skala usaha minimal 100-500 ekor) selama 10-12 minggu. Yang harus dipersiapkan untuk pemeliharaan masa brooder (pembesaran): 0-4 minggu adalah kandang brooder (pemanasan bisa dengan lampu bohlam atau pemanas gas bila pemeliharaan dalam jumlah banyak). Kandang diberikan alas sekam yang ditutup dengan kertas koran. Persiapan kandang brooder pemanasnya harus cukup dan merata.
Siapkan tempat pakan berupa baki dan tempat minum kecil agar mudah dijangkau oleh anak ayam. Pemberian pakan harus sesuai dengan umurnya. Umur D jadi starter protein 21% sampai umur 3 minggu, setelah umur 3 minggu pakan bisa dicampur antara pakan jadi starter protein 21% dengan dedak, dengan perbandingan 75% pakan jadi dan 25% dedak kualitas bagus (prot 12%), atau 50% pakan jadi, 25% dedak, 25% jagung tergantung pada sumber bahan pakan lokal yang ada, sehingga biaya pakan bisa lebih murah.
Perhatikan kepadatan kandang, setiap minggu kandang harus dilonggarkan sesuai kapasitas jangan sampai terlalu padat. Pada umur setelah 4 minggu kepadatan kandang maks 10 ekor/m2. Selama pemeliharaan ayam KUB diperlukan vaksinasi, terutama ND dan Gumboro. Vaksinasi ND dilakukan pada saat ayam umur 3 hari dan 3 minggu dengan tetes mata, sedangkan Gumboro pada umur 1 dan 4 minggu dengan tetes mulut. Vaksinasi AI bagi daerah yang bebas flu burung tidak diperlukan. Namun bagi daerah yang positif flu burung, vaksinasi AI diperlukan pada umur 2 minggu dan 5 minggu dengan cara suntik subcutan sebanyak 0,2 cc.
Pemberian pakan dilakukan pagi dan sore hari, sambil mengontrol ternaknya. Jumlah yang diberikan kira-kira naik 5 gram setiap minggu sampai umur 5 minggu dan kira-kira naik 10 gram setiap minggu dari umur 6 sampai umur 10 minggu. Pemberian air minum tersedia setiap saat.
Contoh pemberian pakan:
Umur ayam (hari) | Pemberian/hari/ekor (gram) | Pemberian/minggu/ekor (gram) | Jumlah kumulatif (gram) |
| DOC-7 8-14 15-21 22-28 29-35 36-42 43-49 50-56 57-63 64-70 | 5 10 15 20 25 35 45 55 65 75 | 35 70 105 140 175 245 315 385 455 525 | 35 105 210 350 525 770 1085 1470 1925 2450 |
Sehingga hitungan ekonomi secara kasar dapat dihitung sebagai berikut:
Harga DOC: 6000-6500
Pakan (2,5 kg) x Rp 7500 = 18.750,-
DOV (Desinfektan, obat, vaksin): 250
Lain2: 500
Total: 26.000,-
Harga jual: 30.000,-atau Rp 35.000, untung 4.000-9.000/ekor
Tambahan hasil: pupuk
Pemeliharaan Induk
Pemeliharaan kandang induk bisa bervariasi, dapat berbentuk kandang litter atau floor, kandang flok atau koloni dengan ukuran 1 m2 untuk 5 ekor induk dan 1 pejantan, atau dapat berupa kandang individu. Apabila menggunakan kandang individu, perkawinannya harus dengan inseminasi buatan (IB). Aspek biosekuriti menjadi prioritas utama dalam usaha pembibitan unggas. Biosekuriti pada waktu masuk kandang (spraying, deeping) menjadi persyaratan utama. Kebersihan kandang dan program vaksinasi juga sangat penting untuk dilakukan.
Petugas kandang hendaknya yang sudah berpengalaman. Terutama pada pemeliharaan DOC calon bibit pada fase starter. Apabila pemeliharaan tidak benar, ayam kecil mudah sekali terserang penyakit dan mati, sehingga hasil yang dicapai tidak akan baik. Program vaksinasi harus dijalankan sesuai SOP.
Pemeliharaan harian, kebersihan kandang, waktu pemberian pakan dan minum harus teratur, kebersihan tempat pakan dan minum harus diperhatikan, apabila kotor dan berlumut mudah sekali berjamur dan mudah terjangkit penyakit. Catatan produksi akan dipandu dengan pembuatan blanko isian untuk populasi ternak, kematian, catatan pakan, catatan produksi dan program vaksinasi. Harus mempunyai mesin tetas.
Pada lokasi pembibitan harus diperhatikan pula sumber bahan pakan utama mudah penyediaannya (jagung dan dedak), tepung ikan lokal, adanya poultry shop yang menyediakan sarana dan prasarana untuk pengembangan ayam.
sumber : http://m.tabloidsinartani.com/index.php?id=148&tx_ttnews[tt_news]=2327&cHash=afd2144765d1e72fe2cdade3b637cca4
JAKARTA, JITUNEWS.COM – Sudah bukan rahasia jika KEPRAKS adalah contoh kelompok peternak yang sukses menjadikan ayam kampung sebagai primadona dunia peternakan Indonesia. Namun, apakah Anda sudah tahu jenis ayam kampung apakah yang bisa dijadikan referensi?
Dalam usahanya, H. Ade M Zulkarnaen selaku Ketua Umum Himpunan Peternak Ayam Lokal Indonesia memilih ayam Sentul sebagai aset usahanya. Ayam Sentul adalah ayam lokal khas Ciamis yang memiliki berbagai keunggulan, ayam ini pada mulanya dipelihara sebagai ayam aduan, namun sekarang ayam tersebut banyak dipelihara sebagai ayam pedaging dan petelur.
Jenis ini terdiri dari 5 varietas berdasarkan warna bulunya. Kelima varietas tersebut yakni Sentul Kelabu (berwarna abu-abu), Sentul Geni (berwarna abu-abu kemerahan), Sentul Jambe (berwarna merah jingga), Sentul Batu (berwarna abu-abu keputihan), Sentul Debu (berwarna debu), dan Sentul Emas (berwarna abu-abu kekuningan). Warna ayam Sentul cukup menarik, polanya mirip sisik naga.
Sepintas ayam Sentul tidak berbeda dengan ayam kampung biasa, tetapi ia memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah :
Pemeliharaan lebih mudah,
Warna bulu menyerupai ayam hias,
Lebih tahan penyakit,
Rasa daging dipercaya lebih gurih dan kenyal,
Bertelur lebih banyak (18-19 butir) dari
ayam kampung biasa (13-14 butir), dan
Cepat diserap pasar, sehingga baik untuk para peternak rakyat.
Anda tertarik memelihara ayam Sentul ini?
sumber : http://www.jitunews.com/read/23161/kenali-kelebihan-ayam-kampung-unggulan-bernama-sentul
Subscribe to:
Posts (Atom)





